Hati Yang Buta

19 01 2010


Oleh    : KH Abdullah Gymnastiar

ManajemenQolbu.Com : Semoga Alloh Yang Maha Menatap, Yang Mengurus diri kita setiap saat. Benar-benar menyadarkan kita, bahwa hidup di dunia ini hanya mampir, hidup di dunia hanya sebentar. Semoga Alloh meyakinkan kita, bahwa akheratlah tempat yang kekal. Sebaik – baik tujuan, sebaik – baik cita – cita, yakni sesuatu yang kekal.  Bagaimana mungkin, kita menggadaikan yang kekal, dengan sesuatu yang akan sirna.

“ Keajaiban yang sangat mengherankan terhadap orang yang lari dari apa yang sangat dibutuhkan, dan tidak dapat lepas daripadanya. Dan berusaha mencari apa yang tidak akan kekal padanya. Sesungguhnya bukan mata kepala yang buta, tetapi yang buta ialah mata hati yang ada di dalam dada.” (Kitab Al Hikam, Syekh Ahmad Ataillah)

Saudaraku yang baik. Kita sering prihatin, kasihan, kepada orang yang matanya tidak melihat. Padahal tidak melihat dunia, bukan masalah besar.  Masalah besar itu ketika hati yang buta.  Apa hati yang buta ? yakni orang yang tidak bisa melihat  kebenaran.

Salah satu ciri hati yang buta yaitu tidak bisa membedakan mana yang kekal, dan mana yang akan sirna. Kebutaan hati akan membuat seseorang tidak mengenal Alloh. Yang dikenal hanyalah dunia. Sehingga,  orang yang mata hatinya buta, dia lebih sibuk mencari duniawi dibanding kedudukan di sisi Alloh.

Lihatlah para pecinta dunia. Mereka rela berkelahi satu sama lain dengan menggadaikan waktu, pikiran, tenaga, hanya demi memburu dunia yang pasti ia tinggalkan.

Sekaya apapun seseorang, tetap akan meninggalkan apa yang ia miliki. Istana, kekayaan, kedudukan, semuanya akan ia tinggalkan. Para pecinta dunia, mereka tidak bisa melihat sesuatu yang lebih indah, lebih besar, lebih agung, selain daripada hiruk pikuk duniawi.

Al Qur’an menyiratkan, “ Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah” (QS. Faathir 35 : 5).  Jadi kalau kita terlalu terkesima oleh dunia, berarti kita telah siap tertipu. Lalu, apakah dunia harus kita acuhkan ? oh..tentu  tidak, karena dunia ini merupakan ladang kita beramal.

Semakin cinta kepada dunia, akan semakin takut kehilangan. Namun, jika kita mencintai akherat dengan bekal dunia, kita tidak akan takut kehilangan. Nah…, orang-orang yang buta hatinya, mereka takut kehilangan dunia, namun tidak takut kehilangan kedudukan di sisi Alloh. Wallahu a’lam (mikha) © 2003 www. ManajemenQolbu.com ***


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: