Wanita: Sempurnanya Penciptaan Manusia

19 12 2009

eramuslim – Empat belas abad yang lalu, Islam telah meletakkan hukum yang jelas dan sahih. Wanita diletakkan sebagai kaum yang mulia dan dihormati. Setinggi apapun kemuliaan seorang lelaki, pasti ada kemuliaan yang serupa untuk kaum wanita.

Wanita tidak diciptakan sebagai “alas kaki” kaum lelaki, malah wanita menduduki tangga teratas sebagai individu yang paling dihormati dalam sesebuah keluarga Islam.

Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang pada hakikatnya merupakan perlambang sifat keras hati yang dimiliki sebagai sifat dasar seorang wanita. Karena wanita dijadikan sebagai kaum yang lemah dari aspek fisik, mereka hanya mampu menggunakan kekuatan spiritual ini untuk mengimbangi kekuatan lahiriah kaum hawa. Anugerah dasar ini melengkapi apa yang tidak mereka miliki.

Tulang rusuk yang awalnya bengkok merupakan gambaran sifat fisik dan mental yang cukup istimewa meskipun pada dasarnya, ia merupakan sifat dasar yang tidak seimbang. Meluruskannya menjadi tanggung jawab yang cukup berat untuk dipikul kaum lelaki. Lantaran keupayaan kaum lelaki sebagai khalifah di bumi Allah, maka kaum lelaki juga diberikan tanggungjawab sebagai pembimbing kepada kaum hawa ini.

Keistimewaan seorang wanita berawal dari masa anak-anak. Sejak kehidupan seorang wanita, dia dilahirkan dan sewajarnya di asuh dengan segala kelembutan -yang membedakannya dengan anak-anak lelaki.

Memasuki usia gadis, seorang wanita mulai dibekali dengan sifat dasar yang kian lengkap. Kaum hawa pada peringkat ini mulai mengalami perubahan sifat menjadi lebih sensitif, keras hati dan mungkin agak pemalu. Sifat-sifat ini membentuk kepribadian yang tidak seimbang. Lantaran itulah kaum wanita dikatakan sebagai lebih cepat matang dibanding kaum lelaki akibat perubahan mental, fisik dan spiritual yang dialaminya.

Namun kematangannya itu lebih dipengaruhi oleh pembentukan emosi yang senantiasa memerlukan bimbingan.
Dunia wanita sebagai seorang istri dari perspektif Islam juga meletakkannya sebagai individu di sebelah suaminya. Sebagai istri, wanita diletakkan pada kedudukan tertinggi kedua setelah suami, tetapi tidak berarti dia tidak perlu dihormati oleh suaminya.

Lebih lanjut, wanita sebagai seorang ibu diangkat derajatnya lebih tinggi daripada seorang bapak. Seperti diriwayatkan di dalam hadist, “syurga itu di bawah telapak kaki ibu” (riwayat Bukhari). Derajat seorang ibu itu mampu mengatasi segalanya selama dia tetap menjaga kedekatannya dengan Allah dan agamanya. Hal ini karena peranan dan tanggungjawab seorang ibu untuk mendidik anak-anaknya itu jauh lebih berat daripada tanggungjawab seorang suami dalam mendidik istrinya.

Ibu merupakan penentu terbesar dalam pembinaan akhlaq dan citra diri seorang anak. Dialah yang bertanggungjawab mendidik dan membesarkan anaknya. Meskipun ada bantuan dari pihak suami, tetapi peranan dan tanggungjawab suami sebagai pembina keluarga, mencari nafkah dan sebagainya memberikan implikasi bahwa, sebagian besar tanggungjawab pembentukan diri anak-anak tertumpu di bahu si ibu.

Wanita sering dikaitkan dengan daya sensitifnya yang sering dikatakan sebagai sesuatu yang berlebihan. Namun disadari atau tidak, sensitifitas milik kaum hawa inilah yang membuatnya mampu melaksanakan tugas dan peranannya sebagai seorang gadis, isteri dan ibu yang sempurna. Tanpa sensitifitas ini, mereka tidak akan peka pada setiap kehendak dan keperluan dalam kehidupan. Dan sensitifitas ini merupakan satu keistimewaan yang cukup berarti, karena dengannya, wanita mampu melahirkan cinta dan kasih sayang, baik sebagai istri kepada suaminya maupun seorang ibu kepada anak-anaknya.

Wanita dilihat dari kaca mata Islam adalah sosok sempurnanya penciptaan manusia. Dia dicipta untuk melahirkan, menyabung nyawa demi memelihara anak. Islam menobatkan kaum wanita pada kedudukan yang tinggi tanpa sedikitpun penghinaan, meletakkannya sebagai bidadari syurga atas segala keistimewaan miliknya selama ia pelihara.

Oleh karena itu, bagi kaum wanita, bersyukurlah karena anda dilahirkan sebagai kaum yang cukup istimewa. Mampu menghadapi saratnya tanggungjawab meskipun dikategorikan sebagai kaum yang lemah. Anda memiliki “kekuatan” yang tak tertandingi oleh kaum lelaki yang seharusnya anda hormati. Namun kelebihan ini bukanlah alasan untuk bertepuk dada.

Setinggi apapun derajat kaum hawa diangkat, sehebat apapun seorang wanita sebagai seorang individu, dan sebesar apapun kesuksesan yang diraihnya, tetap memerlukan lelaki sebagai pelindungnya. Dan Maha Besar, Maha Suci Allah yang menciptakan lelaki dan wanita, perpaduan kekuatan dan kelemahan yang saling memerlukan, saling melengkapi dalam kehidupan.

Kaum hawa dicipta dari rusuk Adam, bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasnya, bukan dari kakinya untuk dijadikan alasnya, melainkan dari sisinya, untuk dijadikan teman hidupnya, dekat pada lengannya untuk dilindungi dan dekat pada hatinya untuk dicintai….. (bay/sumber: melayu.com)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: